Showing posts with label Karate. Show all posts
Showing posts with label Karate. Show all posts

Tuesday, February 19, 2019

Teknik Dasar Karate Pedoman Shotokan

Jejak PandaHallo Ketemu Lagi Di Situs Kesayangan Anda
daftar bandarq
Shoto yaitu nama pena Gichin Funakoshi, Kan sanggup diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan sanggup diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pencetus yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari banyak sekali perguruan tinggi karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan sanggup membunuh lawan. Shotokan memakai kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani eksklusif beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

Dalam Karate Aliran Shotokan dikenal 26 Kata Aliran Shotokan yakni: Heian Shodan, Heian Nidan, Heian Sandan, Heian Yondan, Heian Ghodan, Tekki Shodan, Tekki Nidan, Tekki Sandan, Bassai-Dai, Bassai-Sho, Kanku-Dai, Kanku-Sho, Jitte, Hangetsu, Empi, Gankaku, Gion / Jion, Chinte, Unsu, Sochin, Nijushiho, Gojushiho-Dai, Gojushiho-Sho, Meikyo, Wankan, Ji’in.


A. KATA HEIAN

Heian Shodan

Heian berarti “ pikiran penuh kedamaian. “ Kata ini yaitu Kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itoso ( Salah satu guru Gichin funakoshi ). Meskipun tidak diketahui bagaimana Kata Heian diciptakan, tetapi banyak yang beropini bahwa Heian merupakan bab dari Kata yang lebuh tinggi tingkatannya yaitu Kanku-dai. Itoso membuat Kata ini untuk teknik yang berbahaya yang terdapat pada Kata lanjutan. Heian merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.

Hal Terpenting : perilaku ke depan dan pukulan gerak maju, mempunyai 21 gerakan  dengan waktu 40 detik.


Heian Nidan

Heian Nidan berati seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya alasannya yaitu Kata ini lebih sulit untuk mempelajarinya. Kata ini berafiliasi dengan Kata Bassai-Dai.

Hal Terpenting : perilaku balik belakang, tendangan menyamping, membalikkan posisi pinggang dan kombinasi teknik. Memiliki 26 gerakan dengan waktu 40 detik.


Heian Sandan

Heian Sandan berarti seri ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berafiliasi dengan Kata Jitte. Hal Penting : perilaku ke samping dan tangkisan atas ( Bahu / Kepala ). Memiliki 20 gerakan dengan waktu 40 detik.


Heian Yondan

Heian Yondan berarti seri keempat dari Kata Heian. Kata ini berafiliasi dengan Kata Kanku-Dai. Hal Penting : pengembangan / kontraksi, tangkisan dan penyelesaian, mempunyai 27 gerakan dengan waktu 50 detik.


Heian Ghodan

Heian Ghodan berarti seri kelima dari Kata Heian. Keta ini berafiliasi denan Kata Gankaku. Hal Penting : fleksibelitas dan keseimbangan, mempunyai 23 gerakan dengan waktu 50 detik.


B.  KATA TEKKI

Tekki Shodan

Tekki berarti “ Kuda Besi atau Posisi Berkuda. “ Tekki Shodan yaitu seri pertama dari Kata Tekki, yang merupakan Kata Shorei. Menggambarkan kekuatan, dan teknik yang penuh tenaga. Tekki diciptakan dan direvisi oleh Yasutsune Itosu. Gichin funakoshi menghabiskan waktu tiga tahun untuk mempelajari masing-masing kata Tekki ini ( pada waktu itu, setiap murid menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari Kata ). Tekki Shodan mempunyai nama orisinil Naihanchi dan diperkenalkan oleh Itosu, Tekki Nidan dan Sandan diciptakan oleh Itosu.

Belum ada keterangan yang menjelaskan kenapa Kata tekki mempunyai perlintasan gerakan satu garis. Meskipun kadang terpikir dilakukan dengan baju besi dan di atas punggung kuda ( hal ini tidak sanggup diaplikasikan secara teknis). Makna dari Kata ini sanggup juga pertahanan dengan latar belakang dinding / tembok, atau di atas perahu.

Hal Penting : posisi tubuh rendah yang kuat, getaran pinggul, dan perilaku ke samping. Memiliki 29 gerakan dengan waktu 50 detik.


Tekki Nidan

Tekki Nidan berarti seri kedua dari Kata Tekki. Tekki nidan dan Sandan pertama kali dipelajari di level sabuk cokelat, tetapi tidak dipelajari secara intensif sampai tingkat sabuk hitam. Hal Penting : posisi tubuh rendah yang kuat, getaran pinggul, dan perilaku ke samping mempunyai 24 gerakan, dengan waktu 40 detik.


Tekki Sandan

Tekki Sandan berarti seri ketiga dari Kata Tekki. Hal Penting : posisi tubuh rendah yang kuat, getaran pinggul, dan perilaku ke samping. Memiliki 36 gerakan dengan waktu 50 detik.


C. KATA LANJUTAN

Bassai-Dai

Bassai-Dai berarti menghancurkan pertahanan musuh dengan budi dan menemukan kelemahan lawan, kebanyakan mengartikannya dengan gempuran yang sangat kuat. Kata ini dipelajari pada tingkat Kyu 3 sampai Shodan (sabuk hitam Dan I), aslinya berjulukan “ Passai “, Kata ini pertama kali diperlihatkan di Tomari dan Shuri, Bassai-Dai yaitu Kata Shorin.

Hal Penting : rotasi pinggul, kekuatan penuh, semangat yang berpengaruh dan luapan tenaga, ketidak untungan harus menjadi keuntungan. Memiliki 42 gerakan dengan waktu 1 menit.


Bassai-Sho

Bassai-Sho berarti lebih rendah dari Bassai-Dai. Kata Shorin ini diciptakan oleh Yasutsune Itosu kata ini lembut, tetapi penuh tenaga walaupun tidak mirip Bassai-dai. Hal Penting : tangkisan yang berpengaruh dan serangan balik yang sangat tajam, mempunyai 27 gerakan.


Kanku-Dai

Kanku-Dai berarti melihat Dunia atau melihat Langit ( dari gerakan pertama ), kata “ Dai “menunjukkan bahwa Kata ini merupakan Kata Kanku terhebat. Nama orisinil Kata ini adalah“ Kushanku “, nama spesialis bela diri dari China yang tiba ke Okinawa pada era ke-18. Kata ini merupakan Kata favorit dari Gichin Funakoshi, dan Kata ini dia pilih untuk didemonstrasikan diluar Okinawa.

Funakoshi yakin bahwa Kanku-dai mempunyai semua elemen dasar dari Karate Shotokan, Kata ini juga favorit dari Sensei Okazaki yang mendemonstrasikan Kata ini dalam buku “ The Best Of Karate “. kata ini merupakan materi ujian Kata kedua dalam ujian Nidan ( Dan II ).

Hal Penting : teknik yang cepat dan lamban, penuh tenaga dan lembut, pemekaran dan penciutan, lompatan, dan membungkuk. Kata ini dipakai bila benar-benar terkepung oleh musuh. Keadaan / situasi merupakan hal penting, alasannya yaitu panjangnya Kata yang mempunyai 65 gerakan dengan waktu 90 detik.


Kanku-Sho

Kanku-Sho berarti lebih rendah dari Kanku-Dai. Kata Shorin ini merupakan perpaduan dari Heian yondan dan Kanku-Dai.

Hal Penting : penggunaan tenaga yang benar, kecepatan dan pemekaran / penciutan dari otot. Kata ini mempunyai 47 gerakan.


Jitte

Jitte / Jutte berarti tangan sepuluh atau keajaiban sepuluh. Kata Shorei ini berasal dari Tomari. Kata ini mungkin diperagakan dengan tongkat ditangan. Nama Kata ini mengalami tidak perubahan,hanya jitte dan Gion yang tidak mengalami perubahan.

Hal Penting : rotasi pinggul, dan tangkisan dengan tongkat. Kata ini memilik 24 gerakan dengan waktu 1 menit.


Hangetsu

Hangetsu berarti Bulan separuh / setengah bulan ( berarti juga perilaku utama dalam Kata ). Kata ini yaitu orisinil China, nama aslinya yaitu “ Seisan atau Sishan “. Kata ini yaitu Kata Shorei diperagakan pertama kali di Tomari.

Hal Penting : pemekaran / penciutan, putaran lengan dan pergerakan kakiserta pernapasan. Kata ini mempunyai 41 gerakan dengan waktu 1 menit.


Empi

Empi / Enpi berarti burung walet terbang. Kata Shorin ini dipelajari terutama di Tomari ( sampai rotasi Meiji, disebarkan ke Shuri dan Naha ). Kata ini sebelumnya dikenal dengan nama “ Wansu atau Wanshu “ ( sehabis spesialis beladiri asal China tiba ke Okinawa ). Nama Kata ini diganti oleh Gihchin Funakoshi, dan Yasutsune Itosu membuat perbaikan yang sangat berarti dari gerakan aslinya.

Hal Penting : tinggi rendah posisi badan, dan kecepatan. Kata ini mempunyai 37 gerakan dengan waktu 1 menit.


Gankaku

Gankaku berati Burung Bangau Di atas Karang, nama ini diambil dari salah satu posisi dalam Kata ini, ada satu posisi di mana mirip burung bangau dengan satu kaki, sebagai serangan dalam mempertahankan diri. Gankaku merupakan Kata yang sudah sangat tua, aslinya berjulukan “ Chinto “ lalu namanya diubah oleh Gichin Funakoshi. Kata ini disempurnakan oleh Yasutsune Itosu. Gankaku merupakan Kata Shorin, walaupun kadang dikatakan sebagai Kata Shorei.

Hal Penting : keseimbangan dan tendangan ke samping, Kata ini mempunyai 42 gerakan dengan waktu 1 menit.


Gion / Jion

Arti dari Gion / Jion belum ditemukan. Ini merupakan Kata Shorei yang diberi nama sehabis rahib China tiba ke Okinawa. Gion juga merupakan nama sebuah pura di Jepang dan China, dan Gion dikenal sebagai nama rahib Budha suci. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan, Gion dipelajari di Tomari. Versi lain dari Kata Gion ini juga dipelajari pedoman Karate Wado-Ryu. Dalam mengambil nama dari rahib suci, Gion juga berkonotasi ketenangan, penuh kebanggaan, dan penuh kekuatan dalam mempelajarinya. Kata ini didemonstarikan oleh Sensei Tanaka dalam buku The Best Of Karate.

Hal Penting : ketenangan penuh tenaga, dengan semangat bertarung yang hebat. Kata ini mempunyai 47 gerakan dengan waktu 1 menit.


Chinte

Chinte berarti tangan ajaib, Kata ini merupakan Kata Shorin yang terdiri dari beberapa teknik China yang tidak ditemukan dalam Karate Shotokan. Funakoshi mengganti namanya menjadi “Shoin“, namun lalu kembali lagi ke nama yang dahulu. Sangat sulit menguasai penggunaan tenaga yang benar dalam Kata ini, Chinte mempunyai 33 gerakan.


Unsu

Unsu berarti tangan bagaikan awan, Kata ini merupakan Kata Shorin tanpa diketahui asalnya. Tangan dengan arti teknik tangan menyapu lawan mirip awan terbelah pisau di Langit. Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa Kata Unsu terlihat bagaikan burung gagak yang angker mencoba menari. Jika Kata Heian, Kanku-Dai, Empi, dan Gion telah dikuasai.

Hal Penting : lompatan tinggi dan rendah, teknik menendang, berpura-pura mengunakan beberapa bab tubuh sebagai senjata. Memiliki 48 gerakan.


Sochin

Sochin berarti perasaan atau keadaan tenang ditengah orang. ( nama ini diambil dari posisi utama dalam Kata ini ). Kata ini merupakan Kata Shorei, dimodifikasi oleh Yoshitaka Funakoshi ( anak dari Gichin Funakoshi ).

Hal Penting : lamban, gerakan penuh tenaga, dan perilaku Sochin ( sering juga  disebut perilaku Fudo-Dachi ). Memiliki 40 gerakan.


Nijushiho

Nijushiho berarti dua puluh empat langkah, tatapi kini mempunyai 30 gerakan, namun aslinya yaitu 24 langkah kaki. Makna dari Kata ini yaitu citra alami pedoman air atau ombak alasannya yaitu kadang gerakannya lamban dengan segala keagungan dan kadang berpengaruh dan cepat. Kata ini merupakan kata Shorin meskipun ada yang mengklaim bahwa Kata ini yaitu Kata Shorei. Kata ini merupakan Kata favorit pelatih “ Frank Woon-A-Tai “. Pada tahun 1934 guru Gichin funakoshi memerintahkan  Masatoshi Nakayama untuk mempelajari Kata ini dari guru Shito-Ryu, dan Kenwa Mabumi. Kata ini secara sedikit demi sedikit diubahsuaikan dengan teknik Shotokan.

Hal Penting : penggabungan total dari majemuk kekuatan dan kecepatan ( Masatoshi Nakayam mengingatkan bahwa Kata ini sanggup mirip tarian tanpa kepandaian yang tepat untuk melakukannya.


Gojushiho-Dai

Gojushihi-Dai berarti lima puluh empat langkah, tetapi kini 62 gerakan. Kata Shorin ini terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruhnya. Nama aslinya yaitu “ Useshi “. kata ini orisinil dari China dan dipelajari di China sampai era ke-20. Masatoshi Nakayama juga mempelajari Kata ini dikala dia berguru Kata Nijushiho dengan Mabumi.

Hal Penting : dengan segala kelembutan dan teknik aliran.


Gojushiho-Sho

Gojushiho-Sho berarti Kata terendah dari Kata Gojushiho. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruh, sayap dan cakarnya. Kemampuan teknik tingkat tinggi sangat diharapkan untuk memainkan Kata ini.

Hal Penting : satu hal yang penting dalam Kata ini yaitu teknik tangan pedang ( Nukite ). Memiliki 65 gerakan yang gampang dikacaukan dengan gerakan Gojushiho-Dai.


Meikyo

Meikyo berarti cermin membersihkan cermin, atau kembali mengasah teknik Karate dengan latihan yang berulang-ulang untuk mendapat sebuah pengertian yang jernih ihwal teknik dan huruf Karate. Kata ini yaitu Kata shorei yang mempunyai penguasaan teknik dalam Kata Heian dengan bentuk yang lebih lunak dan tenang. Nama orisinil Kata ini yaitu “ Rohai “, Kata ini merupakan Kata favorit Sensei Nakayama. Menurut dongeng asli, Kata ini diambil dari sebuah tarian untuk meminta Tuhan memunculkan Dewa Matahari Amaterasu dari gua di mana Dia bersembunyi. Kata ini mempunyai 32 gerakan.


Wankan

Wankan berarti mahkota raja, Kata Shorin ini tidak dijelaskan dalam buku The Best Of Karate. Wankan yaitu Kata terpendek dari semua Kata pedoman Shotokan. Kata ini aslinya dipelajari di Tomari, terdiri dari gerakan lembut dan ringan dari apa yang kini kita lihat dalam Kata pedoman shotokan.


Ji’in

Ji’in diciptakan sebagai sebuah penghormatan terhadap janjkematian dan ketenangan / penuh kekuatan dari Gion. Nama aslinya tidak diketahui, dan namanya mungkin diambil dari sumber yang sama dengan Gion. Pembahasan ihwal Kata ini belum tamat dalam buku The Best Of Karate.


Sumber: /search?q=karate-shotokan

Wednesday, February 13, 2019

Teknik Dasar Karate Pemikiran Goju-Ryu

Jejak PandaTerima Kasih Telah Kunjungin Web Kesayangan Anda
bandarq terpercaya
Goju mempunyai arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan tinggi karate tradisional di Okinawa yang mempunyai sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), pedoman Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik pedoman ini menjadi pedoman Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus sanggup mendapatkan dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, biar para praktisinya sanggup memperlihatkan pukulan yang dahsyat dan mendapatkan pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu memakai tangkisan yang bersifat circular serta bahagia melaksanakan pertarungan jarak rapat.
 Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut Teknik Dasar Karate Aliran Goju-Ryu

Goju-ryu mempunyai 12 kata inti dalam kurikulum standar: Kihongata, gekisai (dai ichi & dai ni), saifa, seiyunchin, Seisan, saipai, shisochin, sanseiru, kururunfa, Sanchin, Tensho, dan suparenpai. Siswa di sekolah  wajib mengetahui mengetahui semua kata ini sebelum mencapai Sandan. Morio Higaonna sensei menulis bahwa "Karate diawali dan diakhiri dengan kata Kata yaitu inti dan dasar karate dan Itu merupakan akumulasi dari lebih dari 1000 tahun pengetahuan. Dibentuk oleh banyak master  sepanjang zaman melalui pembinaan khusus dan penelitian, kata yaitu menyerupai peta untuk membimbing kita, dan dengan demikian dihentikan diubah atau dirusak "


Kihongata

Kihongata berarti "kata dasar-dasar." Di Goju-ryu, Sanchin kata yaitu dasar untuk semua kata Goju lainnya alasannya mengajarkan gerakan dasar, teknik dasar, pembangkit listrik dan teknik pernapasan dari qigong. Ini juga merupakan dasar dari kondisi tubuh. Semakin karateka yang mempraktikkan kata, semakin Heishugata nya akan berubah. Variasi pertama Sanchin-kata (Sanchin kata dai-ichi) berfungsi sebagai Kihongata. Lihat lebih lanjut perihal Sanchin kata di bawah ini.


Gekisai

Gekisai (kanji: æ’ƒ ç •, katakana: ゲキサイ) berarti "menyerang dan menghancurkan". Kata ini diciptakan sekitar tahun 1940 oleh Chojun Miyagi dan Nagamine Shoshin sebagai kata pemula ', untuk memperkenalkan bentuk-bentuk dasar karate (kihon) untuk siswa sekolah menengah di Okinawa, untuk membantu mewujudkan standardisasi karate, dan untuk mengajarkan satu set dasar teknik untuk membela diri Gekisai kata sangat dipengaruhi oleh tehnik Shuri-te  dari Guru Miyagi mencar ilmu dari Anko Itosu Guru. Siswa pertama-tama mencar ilmu gekisai dai ichi dan kemudian gekisai dai ni. Perbedaan utama antara dai ichi dan dai ni yaitu bahwa dai ni memperkenalkan teknik tangan terbuka dan perilaku baru. Hal ini di gekesai dai ni bahwa siswa diperkenalkan dengan perilaku ashi neko Dachi, dan blok roda (Tomai Uke).


Saifa

Saifa (Kanji: 砕 破, Katakana: サイハ) berarti "smash dan air mata", Saifa mempunyai asal-usul dari Cina, dan dibawa ke Okinawa oleh Higashionna. Berisi gerakan cepat mencambuk, hammerfists, dan kembali serangan tinju, dan sangat menekankan pergerakan off-line dari kekuatan utama lawan, sekaligus menutup jarak dan menghancurkan mereka. Ini biasanya kata pertama Goju-ryu.


Sanchin

Sanchin (Kanji: 三 戦, Katakana: サンチン) berarti "tiga pertempuran". Kata ini yaitu semacam meditasi bergerak, yang tujuannya yaitu untuk menyatukan pikiran, badan dan jiwa. Teknik-teknik yang dilakukan sangat lambat sehingga gerakan mahasiswa master yang tepat, pernapasan, perilaku / postur, kekuatan internal, dan stabilitas dari kedua pikiran dan badan Sanchin yaitu dasar untuk semua kata lainnya, dan umumnya dianggap sebagai kata yang paling penting untuk dikuasai.


TensoTensho

TensoTensho (Kanji: 転 掌, Katakana: テンショウ) berarti "tangan revolving" Seperti Sanchin, Tensho yaitu bentuk meditasi bergerak, Tensho menggabungkan  ketegangan dinamis dengan gerakan tangan lembut, dan berkonsentrasi kekuatan di tanden Tensho sanggup dianggap sebagai ju (lembut) counterpart dari Sanchin itu (keras)


Kaishugata

Kaishugata berarti "kata dengan tangan terbuka." Ini lebih maju daripada Heishugata. Kaishugata berfungsi sebagai "aplikasi tempur referensi" kata dan terbuka untuk interpretasi yang luas (Bunkai) dari tujuan gerakannya 'maka disebut , "tangan terbuka").


KATA DALAM GOJU RYU
  • Seiunchin (kanji: 制 引 戦, katakana: セイユンチン (menyerang, menaklukkan, menekan, juga disebut sebagai "untuk mengontrol dan menarik ke dalam pertempuran")
  • Shisōchin - Kanji: 四向 戦 - Katakana: シソーチン ("menghancurkan dalam empat arah" atau "bertarung di empat arah"): Ini mengintegrasikan serangan linear berpengaruh (Shotei zuki) dan gerakan melingkar dan blok. Itu yaitu kata favorit Miyagi akhir.
  • SanseirÅ« - Kanji: 三 十六 手 - Katakana: サン セイルー (36 Tangan): Kata ini mengajarkan bagaimana untuk bergerak di sekitar lawan dalam pertarungan jarak dekat, dan menekankan kehancuran mobilitas lawan dengan cara kanzetsu geri.
  • Seipai - Kanji: 十八 手 - Katakana: セイパイ (18 Tangan): Seipai menggabungkan kedua empat gerakan terarah dan 45 ° sudut serangan dan menerapkan teknik untuk jarak jauh dan memerangi kuartal dekat. Ini yaitu kata spesialisasi Toguchi Seikichi.
  • Kururunfā - Kanji: ä¹…ç•™ é¡¿ ç ´ - Katakana: クルルンファー (berpegang pada panjang dan mencolok tiba-tiba): teknik yang didasarkan pada gaya Mantis Cina Berdoa. Itu kata khusus Ei'ichi Miyazato itu.
  • Seisan - Kanji: 十三 手 - Katakana: セイサン (13 Tangan): Seisan dianggap salah satu kata tertua yang banyak dipraktekkan antara lain Naha-te sekolah. Ryuha lainnya juga mempraktekkan ini kata atau versi lain dari itu.
  • Supārinpei - Kanji: 壱 百零八 - Katakana: スーパー リン ペイ (108 Tangan): Juga dikenal sebagai Pechurin, itu yaitu kata Goju-ryu yang paling canggih.

Thursday, February 7, 2019

Teknik Dasar Karate Fatwa Shito-Ryu

Jejak PandaSelamat Datang Di Website Kesayangam Anda
bandarq online
Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain kata terbukti dari banyaknya kata yang diajarkan di fatwa Shito-ryu, ialah ada 30 hingga 40 kata, lebih banyak dari fatwa lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan mempunyai 25, Wado mempunyai 17, Goju mempunyai 12 kata. Dalam pertarungan, jago Karate Shito-ryu sanggup beradaptasi dengan kondisi, mereka sanggup bertarung ibarat Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat ibarat Goju.
terkenal dengan keahlian bermain kata terbukti dari banyaknya kata yang diajarkan di alira Teknik Dasar Karate Aliran Shito-Ryu


Kata Dasar
  1. Junino Kata
  2. Daichi Dosa
  3. Daini Dosa
  4. Daisan Dosa
  5. Daiyon Dosa
  6. Heien Nidan
  7. Heian Shodan
  8. Heian Sandan
  9. Sanchin
  10. Heien Yondan
  11. Myoju
  12. Heian Godan
  13. Aoyagi
  14. Juroku
  15. Naifanchi Shodan
  16. Tensho

Kata Lanjutan / Dan
  1. Bassai dai
  2. Seienchin
  3. Seipai
  4. Shiho Kosokun
  5. Chintei
  6. Soochin
  7. Chinto
  8. Sanseiru
  9. Tomari no Wanshu
  10. Annan
  11. Shisoochin
  12. Unsu
  13. Kururunfa
  14. Tomari no Bassai
  15. Paiku
  16. Gojushiho
  17. Heiku
  18. Nipaipo
  19. Haffa
  20. Hakkaku
  21. Suparimpei
  22. Chatanyara no Kushanku

Friday, February 1, 2019

Teknik Dasar Karate Fatwa Wado-Ryu

Jejak PandaMenambah Ilmu Dengan Membaca Di Situs Kesayangan Anda
judi ceme online
Wado-ryu atau Wadoryu atau Wado Ryu (和道流) atau Wado saja ialah sebuah pemikiran Karate dari Jepang. Aliran ini diciptakan oleh Hironori Otsuka pada tahun 1934. Ia menggabungkan teknik dari seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu dengan seni beladiri Okinawan Karate yang dipelajarinya dari Funakoshi (pendiri Shotokan Karate), Kenwa Mabuni (pendiri Shito-ryu Karate) dan Choki Motobu (tokoh Okinawan Kenpo).

Atas jasa-jasa beliau dalam memopulerkan Karate dan Jujutsu, Hironori Otsuka diberi penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1970-an, dan sebelum wafatnya pada tahun 1982, beliau dianugerahi gelar "Meijin Judan" (manusia bijaksana, DAN-10) oleh keluarga kaisar. Sepeninggal dia, organisasi Wado-ryu terpecah menjadi tiga yaitu Wado-ryu Renmei yang dipimpin oleh Jiro Otsuka, Wado Kokusai Renmei yang dipimpin oleh Tatsuo Suzuki, dan JKF-Wadokai yang dipimpin oleh alm. Eichi Eriguchi.

 atau Wado saja ialah sebuah pemikiran Karate dari Jepang Teknik Dasar Karate Aliran Wado-Ryu
Wado-ryu masuk ke Indonesia pada tahun 1968, dibawa oleh Ir. Chaerul.A. Taman M.Eng, kini menjabat sebagai Guru Besar dari Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) dengan gelar Nanadan-Renshi (setingkat Professor Madya, DAN-7) dari markas besar JKF-Wadokai di Jepang. Ia ikut mendirikan FORKI pada tahun 1972, dan juga tercatat sebagai pendiri, guru besar dan ketua penasihat Goshinbudo Jujutsu Indonesia Club (GBI)

Beberapa Karateka hasil bimbingan WADOKAI telah menyumbangkan prestasinya untuk bangsa Indonesia, antara lain Tommy Firman juara WUKO dan Hasan Basri juara Asian Games. 

Wado-ryu selain dikenal sebuah pemikiran karate juga dikenal sebagai pemikiran jujitsu, alasannya ialah di dalam syllabus Wado-ryu juga diajarkan jujitsu dari pemikiran Shindo Yoshin-ryu menyerupai disebutkan di atas. Ciri khas Wado-ryu ialah mempunyai KATA berpasangan menyerupai yang dimiliki oleh jujutsu, untuk melengkapi KATA sendirian menyerupai yang lazim dimiliki oleh sebuah pemikiran karate.

Wado-ryu ialah pemikiran Karate yang unik alasannya ialah berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah pemikiran beladiri Jepang yang mempunyai teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu.

Di dalam pertarungan, hebat Wado-ryu memakai prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak memakai tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan adakala memakai teknik Jujutsu menyerupai bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga bisa beradaptasi dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa memakai jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Adapun KATA yang dimainkan di dalam pemikiran Wado-ryu adalah: Pinan 1-5, Naihanchi, Seishan, Chinto, Kushanku, Bassai, Rohai, Niseishi, Jion, Jitte. Ada juga beberapa versi Wado dari Kata Gojushiho, Matsumura Rohai, Suparimpei dan Unsu, namun belum secara resmi diterima oleh semua sekolah tinggi Wado.

Sedangkan KATA berpasangan yang diadopsi dari Jujutsu adalah: Idori no Kata, Gyakunage no Kata, Fujin Goshinjutsu, Yakusoku Kihon Kumitegata, Tantodori dan Shinken Shirahadori. Beberapa sekolah tinggi Wado juga menerapkan Ohyo Kumite dan Goshin Jutsu Ohyo, yaitu aplikasi dan variasi teknik-teknik Wado-ryu Karate dan Jujutsu untuk situasi beladiri.

Sunday, January 20, 2019

Sejarah Karate Indonesia

Jejak PandaSelamat Membaca Di Blog Kesayangan Anda
bandarq
       Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan  oleh Mahasiswa Sejarah Karate Indonesia  Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembakli ke tanah air, sehabis menuntaskan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963 beberapa Mahasiswa Indonesia antara lain: Baud AD Adikusumo, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, dan selanjutnya mereka membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI) yang diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta.
Beberapa tahun lalu berdatangan ex Mahasiswa Indonesia dari Jepang menyerupai Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut berbagi karate di tanah air. Disamping ex Mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas orang-orang Jepang yang tiba ke Indonesia dalam rangka perjuangan telah pula ikut memperlihatkan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka-mereka ini antara lain: Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967).
Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari banyak sekali macam organisasi (Pengurus) karate, dengan banyak sekali anutan menyerupai yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya sekolah tinggi karate dengan banyak sekali anutan menimbulkan terjadinya ketidak cocokan diantara para tokoh tersebut, sehingga menjadikan perpecahan di dalam badan PORKI. Namun jadinya dengan adanya komitmen dari para tokoh-tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya berbagi karate di tanah air sehingga pada tahun 1972 hasil Kongres ke IV PORKI, terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).
Sejak FORKI bangkit hingga dengan ketika ini kepengurusan di tingkat Pusat yang dikenal dengan nama Pengurus Besar/PB. telah dipimpin oleh 6 orang Ketua Umum dan periodisasi kepengurusannyapun mengalama 3 kali perobahan masa periodisasi yaitu ; periode 5 tahun (ditetapkan pada Kongres tahun 1972 untuk kepengurusan periode tahun 1972 – 1977) periodisasi 3 tahun (ditetapkan pada kongres tahun 1997 untuk kepengurusan periode tahun 1997 – 1980) dan periodisasi 4 tahun ( Berlaku semenjak kongres tahun 1980 hingga sekarang).
Adapun mereka-mereka yang pernah menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Umum) FORKI semenjak tahun 1972 ialah sbb :
Periode/Masa Bakti Ketua Umum Sekretaris Jenderal/Umum Keterangan
1972 – 1977 Widjojo Suyono Otoman Nuh Kongres IV PORKI/FORKI 1972 di Jakarta
1977 – 1980 S u m a d i Rustam Ibrahim Kongres V FORKI 1977 di Jakarta
1980 – 1984 Subhan Djajaatmadja G.A. Pesik Kongres VI FORKI 1980 di Jakarta
1984 – 1988 R u d i n i Adam Saleh Kongres VII FORKI 1984 di Bandar Lampung
1988 – 1992 R u d i n i G.A. Pesik Kongres VIII FORKI 1988 di Jakarta
1992 – 1996 R u d i n i G.A. Pesik Kongres IX 1992 di Jakarta (Diperpanjang sd 1997)
1997 – 2001 W i r a n t o Drs. Hendardji -S,SH. Kongres X FORKI 1997 di Caringin Bogor Jawa Barat
2001 – 2005 Luhut B. Pandjaitan, MPA. Drs. Hendardji -S,SH. Konres XI FORKI 2001 di Jakarta
2005 – 2009 Luhut B. Pandjaitan, MPA. Drs. Hendardji -S,SH. Kongres XII FORKI 2005 di Jakarta
PERGURUAN KARATE ANGGOTA FORKI
1. AMURA
2. BKC (Bandung Karate Club)
3. BLACK PANTHER KARATE INDONESIA
4. FUNAKOSHI
5. GABDIKA SHITORYU INDONESIA (Gabungan Beladiri Karate-Do Shitoryu)
6. GOJUKAI (Gojuryu Karate-Do Indonesia)
7. GOJU RYU ASS (Gojuryu Association)
8. GOKASI (Gojuryu Karate-Do Shinbukan Seluruh Indonesia)
9. INKADO (Indonesia Karate-Do)
10. INKAI (Institut Karate-Do Indonesia)
11. INKANAS (Intitut Karate-Do Nasional)
12. KALA HITAM
13. KANDAGA PRANA
14. KEI SHIN KAN
15. KKNSI (Kesatuan Karate-Do Naga Sakti Indonesia)
16. KKI (Kushin Ryu M. Karate-Do Indonesia)
17. KYOKUSHINKAI (Kyokushinkai Karate-Do Indonesia)
18. LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia)
19. PERKAINDO
20. PORBIKAWA
21. PORDIBYA
22. SHINDOKA
23. SHI ROI TE
24. TAKO INDONESIA
25. WADOKAI (Wadoryu Karate-Do Indonesia)
PB. FORKI beberapa kali menerima kepercayaan menyelenggarakan even Internasional diantaranya :
1. Menjadi tuan rumah APUKO II tahun 1976 dilaksanakan di Jakarta.
2. Menjadi tuan rumah APUKO VII tahun 1987 dilaksanakan di Jakarta.
3. Menjadi tuan rumah APUKO Junior tahun 1991 dilaksanakan di Jakarta.
Disamping even-even tersebut PB. FORKI dipercayakan juga oleh KONI Pusat sebagai penyelenggara pertandingan karate pada even Sea Games dimana Indonesia menjadi tuan rumah yaitu masing-masing :
1. Sea Games XIV tahun 1987 di Jakarta.
2. Sea Games XIX tahun 1997 di Jakarta.
PB. FORKI pernah menggelar even Internasional diluar agenda resmi dari WKF dan AKF sebagai inisiatif sendiri dari PB. FORKI yaitu “ Indonesia Open Karate Tournamen “ yang dilaksanakan di Jakarta tahun 2002.

Monday, January 14, 2019

Macam-Macam Pedoman Karate

Jejak PandaJumpa Lagi Kita Diblog Kesayangan Anda
ceme 99 online

Deskripsi singkat banyak sekali aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.
Adapun ciri khas dan latar belakang dari banyak sekali aliran Karate yang termasuk dalam “4 besar JKF” ialah sebagai berikut:
1. Shotokan
Shoto ialah nama pena Gichin Funakoshi, Kan sanggup diartikan sebagai gedung/bangunan – sehingga shotokan sanggup diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan penggerak yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari banyak sekali akademi karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan sanggup membunuh lawan. Shotokan memakai kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani pribadi beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.
2. Goju-ryu
Goju mempunyai arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu akademi karate tradisional di Okinawa yang mempunyai sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa “dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa mendapatkan dan membalas pukulan”. Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, biar para praktisinya sanggup menunjukkan pukulan yang dahsyat dan mendapatkan pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu memakai tangkisan yang bersifat circular serta bahagia melaksanakan pertarungan jarak rapat.
3. Shito-ryu
Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 hingga 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan mempunyai 25, Wado mempunyai 17, Goju mempunyai 12 KATA. Dalam pertarungan, andal Karate Shito-ryu sanggup beradaptasi dengan kondisi, mereka bisa bertarung menyerupai Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat menyerupai Goju.
4. Wado-ryu
Wado-ryu ialah aliran Karate yang unik alasannya ialah berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang mempunyai teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, andal Wado-ryu memakai prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak memakai tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan terkadang memakai teknik Jujutsu menyerupai bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga bisa beradaptasi dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa memakai jurus-jurus Jujutsu tersebut.
Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam “4 besar JKF” antara lain adalah:
1. Kyokushin
Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik didalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa mempopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melaksanakan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang bahu-membahu dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo). Aliran ini juga menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melaksanakan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melaksanakan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melaksanakan 5-10 kumite berturut-turut.
2. Shorin-ryu
Aliran ini ialah aliran Karate yang orisinil berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada aliran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate periode ke 19 yang juga ialah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok ialah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan majemuk senjata, menyerupai Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.
3. Uechi-ryu
Aliran ini ialah aliran Karate yang paling banyak mendapatkan imbas dari beladiri China, alasannya ialah pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, mencar ilmu beladiri pribadi di provinsi Fujian di China. Oleh alasannya ialah itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat menyerupai dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).

Tuesday, January 8, 2019

Macam Macam Kata Dalam Karate

Jejak PandaHallo Jumpa Lagi Kita Di Blog Ini
judi ceme terpercaya
Di dalam Karate terdapat banyak sekali pemikiran yang mengambarkan kata yang berbeda. Karena saya pemikiran Shotokan,kali saya hanya akan membahas kata pemikiran Shotokan saja. So,Check this out Karateka.... :


Pada mulanya Kata yang paling pertama Oleh Master Karate kitu guru dari Gichin Funakoshi ialah Sensei Anko Itotsu kata HEIAN. Heian Ada yang mengartikan pikiran yang damai, mengasihi kedamaian dan pikiran yang tenang. Walaupun ada pula yang tidak oke dengan nama ini Menurut legenda seluruhkata Heian berasal dari kata Kanku-dai yang disederhanakan oleh Yasu- tsune Itosu. Tujuannya untuk mengajari pemula dikala karate telah diterima secara terbuka di Okinawa. Karena itulah banyak teknik yang berbahaya telah dihilangkan. Nama aslinya Pinan dan kata ini banyak pemikiran karate lain yang masih mempertahankan nama ini kecuali Shotokan yang telah memakai nama Heian .Ada lima versi kata Heian ialah Heian shodan, Nidan, Sandan,Yondan dan Godan dengan tingat kesulitan yang berbeda.

Berikut Ini Adalah DAftar Kata yg berada dalam Shotokan Karate :

- Tekki Shodan  =======> Kalau Mau Liad Videonya,Klik DiSiniOke... OSH...
- Tekki Nidan    =======> Kalau Mau Liad Videonya,Klik Disini Oke... OSH
- Tekki Sandan  =======> Kalau Mau Liad Videonya,Klik Disini Oke... OSH
- Bassa Dai        =======> Kalau Mau Liad Videonya,Klik Disini Oke.. OSH
- Bassai Sho      =======> Kalau Mau Liad Videonya,Klik Disini  Oke... OSH
- Kankudai      
- KankuSho
- Enpi
- Jion
- Jiin
- Hangetsu
- Gankaku
- Jitte
- Sochin
- NiJushiho
- Goji Shio Sho
- Unsu
- Meikyo
- Wankan
- Jinte

Wednesday, January 2, 2019

Melatih Pukulan Karate

Jejak PandaTerima Kasih Sudah Kunjungin Blog Ini
ceme online terbaik
Metode-metode Memperkuat dan menambah Kecepatan Pukulan


melatih tendangan sebab perlu senam khusus untuk mendapat kelenturan. Beberapa hal penting dikala melatih pukulan ialah menggenggamlah dengan benar, sebab sering sekali hal ini kurang diperhatikan. Jika anda terbiasa mengendurkan genggangam, sehingga tenaga lebih banyak terletak di lengan maupun di tungkai tangan. Bahaya lain dari kebiasaan tidak mengggenggam dengan baik ialah dikala memukul dalam turgul akan mengalami cidera, contohnya jari keseleo atau tangan bisul sebab tidak berpengaruh menahan benturan. Tahap kedua sesudah sanggup melaksanakan pukulan dengan benar ialah melatih kekuatan. Sebagai alat aksesori untuk menambah kekuatan pukulan sanggup juga dipakai:
1.  Sandsack, berupa sasaran yang diisi dengan abu kayu atau kepingan karet.
2.  Beras/gabah, pasir atau bahkan pasir panas, alat ini digunakan untuk tingkat lanjutan dengan
tujuan  untuk memperkuat jari tangan, sehingga dikala memakai jurus yang memerlukan cakar, jari, tapak dan lain-lain akan tetap dahsyat hasilnya.
3.  Lilin yang juga sanggup dijadikan sasaran keberhasilan pukulan, pukullah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita sudah tidak mengecewakan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5cm, menjadi 7 cm, 10 cm dan seterusnya.
4. Kayu/papan (Makiwara), yaitu satu papan kayu berukuran 4 x 4 inci dengan panjang 8 kaki yang ditanam ke dalam tanah kira 3 s/d 4 kaki, dengan sasaran memakai alas jerami, atau alas yg diisi busa padat dan dilapisi oleh kalaf atau kulit yang tebalnya sekitar 2 inci. Catatan: Seorang pemula dalam Karate sebaiknya berlatih memukul Makiwara, dari banyak sekali posisi (Seiken, uraken, hiji, shuto), minimal 100 kali perhari. Setelah tiga hingga enam bulan berlatih, sebaiknya ditingkatkan hingga rata-rata 300 kali perhari dengan banyak sekali posisi. Jika anda terus berlatih dengan cara ini setiap hari selama setahun, anda akan cukup berpengaruh untuk memukul jatuh siapapun dengan gampang dengansatu pukulan. Latihan ini akan menyebarkan tenaga (power), kecepatan(speed) dan kekuatan (strength); bagaimanapun, ini hanyalah salah satu metode latihan dalam Karate. Cara ini telah usang digunakan oleh para Master-master Karate terdahulut erutama oleh Master Ginchin Funakoshi pendiri ajaran karate shotokan, tetapi lain halnya dengan Master Masutatsu Oyama pendiri ajaran Karate Kyokushinkai ia merasa latihan dengan memakai Makiwara ialah bukan suatu cara metoda latihan yang terbaik. Berikut ialah kutipan dari pernyataan Oyama dalam bukunya “ what is karate” terbitan tahun 1963:” Saya telah melaksanakan metode ini (memukul makiwara) untuk melatih kepalan tangan saya selama 20 tahun, memukul rata-rata300 kali perhari. Sebelumnya saya merasa sangat gembira dengan ukuran dan kekerasan dari ‚kapalan2’ yg terbentuk di kepalan saya, apalagi kapalan2 itudapat dipukul dengan palu tanpa saya merasa sakit. Ini ialah fakta bahwa, pukulan dari kepalan tangan saya sangatlah berpengaruh sekali. Saya mengikuti metode2 tersebut sebab „Master Karate“ terdahulu, berlatih dengan cara tersebut. Akhir2 ini, bagaimanapun, saya mulai percaya bahwa metode ini bukanlah yang terbaik, dan bahwasanya terbukti menghasilkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan metode2 lain. Saya percaya bahwa saya sanggup menjadi seseorang yg jauh lebih berpengaruh dari kini ini apabila saya mengadopsi metode2 yang lebih masuk logika dalam latihan. Sungguh, latihan memukul Makiwara berkhasiat untuk memperkuat pergelangan dan kepalan; bagaimanapun, saya telah menemukan bahwa latihan dengan memukul sesuatu yang keras akan memperlambat pengembangan kecepatan. Saya tergerak untuk menyebarkan suatu metode latihan gres dimana bukannya Makiwara, melainkan sebuah spon tebal yang digunakan. Training dengan spon tidak hanya menyebarkan kekuatan pergelangan, tapi kecepatan akan meningkat pula. Metode yang sama sanggup digunakan juga untuk latihan Tendangan. Cara lain untuk meningkatkan kecepatan ialah menusuk dan memukul dengan kepal tangan pada selembar kertas yang tergantung. Manfaat dari metode ini akan ditunjukkan lewat referensi berikut. Saya menentukan dua orang murid, dan meminta salah satunya untuk berlatih dengan kertas yang digantung. Sementara murid lainnya berlatih dengan Makiwara dengan cara yang biasa. Setahun kemudian, saya membandingkan mereka. Murid yang berlatih dengan Makiwara, memang, nampak terlihat sebagai seorang Karateka sejati, dengan kapalan di kepalannya. Namun, dalam percobaan memecahkan genteng, kerikil dan papan, keduanya sama kuat. Keduanya berhasil memecahkan sepuluh buah genteng, kerikil dan papan dengan ketebalan yang sama. Dalam pandangan saya, murid yang berlatih dengan memukul kertas jauh lebih gesit dalam pergerakannya (body movement), dan tangannya lebih cepat, mengungguli murid yang satunya.
Diantara banyak orang yang berlatih karate, beberapa menganggap dirinya sebagai Karateka papan atas, hanya sebab mereka memiliki kepal tangan yang ada kapalannya, hasil latihan dengan Makiwara. Mereka gembira pada kekerasan kepalannya dan berusaha mengatur-atur yg lain dalam ber-Karate. Sedihnya, saya menemukan orang-orang tersebut, khususnya di Amerika.”
5.  Kertas yang digantung menyerupai yang dilakukan Master Masutatsu Oyama di atas.

Tahapan ketiga ialah melatih kecepatan, dalam tahap ini biasakan melatih pukulan dengan cara beruntun, dimulai dari dua kali beruntun , tiga kali dan semakin usang semakin banyak pukulan beruntun. Dalam tahap ini juga sudah mengkombinasikan sasaran pukulan maupun jenis pukulan, sasaran bawah tengah atas dan jenis pukulan lurus. Dengan cara melatih kecepatan dan variasi pukulan menyerupai ini maka lawan sulit untuk menghindar atau menangkis pukulan kita. Cara sederhana untuk melatih kecepatan pukulan ialah dengan cara push-up dengan genggaman di samping tubuh bukan di depan pundak, push up ini harus dilakukan dengan agak cepat layaknya melaksanakan pukulan pada posisi yang benar. Sebagai aksesori dan sanggup juga dijadikan sasaran keberhasilan pukulan, pukulah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita menjadi sudah tidak mengecewakan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5 cm, 7 cm, 10 cm dan seterusnya.